FAIR PLAY ATAU HILANG PELUANG?

Tidak terasa Sabtu ini (15/10) gelaran “Jufo” telah memasuki  minggu ke V dari IX minggu yang direncanakan untuk babak penyisihan.  Selama kurun waktu yang telah berjalan, setiap kesebelasan berusaha menampilkan performa terbaiknya dalam setiap pertandingan yang dilakoninya.  Beberapa  kesebelasan memang terlihat  menonjol, namun itu pun tidak secara otomatis membuat mereka dengan mudah mengalahkan lawannya. Selalu ada permainan sengit dari setiap laga sehingga nilai 5 harus diperoleh dengan susah payah. Dengan sisa lima minggu lagi berarti masih tersedia kesempatan untuk mendapatkan 25 point jika mampu menang setiap saat. Pintu ke babak perempat final masih terbuka lebar bagi semua tim.

Target untuk meraih nilai 5 menjadi  tujuan yang ditetapkan peserta Jufo dalam melakoni setiap pertandingan. Situasi demikian terkadang menjadi beban tersendiri  bagi para pemain yang berlaga maupun supporter yang menyemangati dari pinggir lapangan. Jika mereka tidak bisa mengatasi tekanan tersebut, maka akan timbulah permainan-permainan keras yang dapat memancing emosi kawan maupun lawan.  Suasana panas di lapangan dengan cepat akan menular ke para tifosi yang datang untuk menyemangati kesebelasan pujaan.

Emosi pemain yang tidak terkontrol dan tindakan supporter yang brutal bukanlah hal yang dikehendaki  dalam permainan sepak bola di mana pun digelar. Tidak terkecuali dalam gelaran Jufo yang diadakan sebagai  bagian dari ajang pembinaan sepak bola usia dini. Permainan keras yang diperagakan pemain bisa berbuah kartu kuning, bahkan bukan tidak mungkin kartu merah. Siapakah yang paling rugi jika seorang pemain memperoleh kartu kuning atau kartu merah? Tentu saja yang paling menderita kerugian adalah pemain itu sendiri. Kenapa? Karena pemain yang pernah mendapatkan kartu merah otomatis telah kehilangan kesempatan untuk meraih predikat “Best Player” yang berhak atas sejumlah hadiah dari sponsor. Begitupula, seorang pemain akan mendapat sanksi tambahan ketika terlibat dalam perkelahian di dalam lapangan pertandingan dan atau melakukan kekerasan terhadap wasit. Pemain tersebut tidak diperkenankan lagi untuk turut memperkuat timnya dalam semua pertandingan selama kompetisi.

Kesebelasan yang telah kehilangan pemainnya akibat akumulasi kartu juga akan menanggung kerugian. Seharusnya yang bersangkutan bisa diandalkan dalam sebuah laga untuk meredam permainan lawannya, namun ternyata hal tersebut tidak bisa dilakukan. Jika pemain tersebut merupakan andalan dari teamnya, bisa saja absennya yang bersangkutan bisa mengakibatkan kekalahan. Kalau sudah demikian yang rugi bukan saja pemain, namun juga kesebelasan yang dibelanya. Oleh karena itu dalam ketatnya persaingan dalam setiap pertandingan kontrol diri dan sikap fair play sangatlah penting.

Demikian pula fanatiknya ulah supporter  di satu sisi terkadang berdampak positif dengan terpompanya semangat tim yang bertanding, namun di sisi lain terkadang dapat memunculkan ekses negatif sehingga berakibat bentrokan di luar lapangan. Kendati hingga minggu ke IV lalu kejadian terburuk yaitu bentrokan antar supporter belum pernah terjadi kendati demikian peristiwa seperti itu bukan tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu kami juga menghimbau kepada para pendukung untuk tetap bersikap fair play dalam mensupport timnya. Panitia akan menjatuhkan sanki  berupa pengurangan dua nilai bagi kesebelasan yang supporternya terlibat perkelahian.  Dalam kesempatan ini kami ingin menyerukan kepada para pemain maupun pendukung kesebelasan yang bertanding untuk tetap meredam sikap emosi sekaligus berlaku fair play atau harus kehilangan kesempatan untuk menjadi yang terbaik.

4 Komentar to “FAIR PLAY ATAU HILANG PELUANG?”

  1. ko smpn 29 gak ada di team favorit

  2. Ngak ada dimana ya mas Senoy? Di artikel ini tidak menyebut-nyebut nama-nama tim favorit karena buat kami semua tim peserta sama-sama favorit..Yg nampak nyata hanyalah mana yang telah menunjukkan bahwa mereka adalah tim kuat yang perlu diperhitungkan. Selamat berjuang untuk temen-temen SMP 29 besok sabtu..semoga berhasil memperbaiki posisi klasemen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: